Cara yang benar menulis kata depan, kata ganti, dan partikel sesuai EYD

Assalamu'alaikum sahabat gurungapak dimanapun berada, semoga selalu tercurahkan kebahgiaan dan kesuksesan bagi pembaca sekalian. Pada kesempatan kali ini, pembahasan kita adalah mengenai penulisan kata depan, kata ganti, dan partikel yang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan atau EYD. 
Assalamu'alaikum sahabat gurungapak dimanapun berada, semoga selalu tercurahkan kebahgiaan dan kesuksesan bagi pembaca sekalian. Pada kesempatan kali ini, pembahasan kita adalah mengenai penulisan kata depan, kata ganti, dan partikel yang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan atau EYD.       Sebagai seorang manusia pastinya tak ada salahnya untuk saling mengingatkan dengan harapan ilmu kita semakin bertambah dan bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Mengenai penulisan kata depan, kata ganti, dan partikel jelas sekali para pembaca semua pernah diberikan materi ini, ataupun sedang dijelaskan mengenai materi yang berhubungan dengan materi kali ini. Namun, sebagai seorang manusia kadangkala kita lupa atau bahkan saat dijelaskan oleh bapak/ibu guru, kita kurang konsentrasi atau mengantuk jadi kurang mendalaminya, bisa juga karena faktor lupa (manusiawi lah ya, namanya juga manusia) saking banyaknya materi yang kita peroleh dari guru kita. Nah kesempatan ini akan dibahas kembali mengenai penulisan kata depan, kata ganti, dan partikel.   Dalam penulisan ilmiah ataupun dalam penerjemahan teks formal, pengetahuan akan ejaan yang disempurnakan dan penulisan yang benar sesuai dengan EYD sangat diperlukan. Dalam penulisan kata depan (di, ke dan dari), kata ganti (ku-, kau-, -ku, -mu, dan -nya) dan partikel, acapkali kita dibingungkan dengan mana yang harus ditulis serangkai dengan kata yang mengikuti atau yang mendahuluinya dan mana yang harus ditulis terpisah.   Berikut adalah sekilas tentang tata cara penulisan kata depan (di, ke dan dari), kata ganti (ku-, kau-, -ku, -mu, dan -nya) dan partikel yang dikutip dari Pedoman Umum EYD Permen RI Nomor 46 Tahun 2009.   1. Penulisan Kata Depan di, ke, dan dari   Kata depan adalah kata yang menghubungkan kata benda dengan bagian kalimat. Kata depan biasanya digunakan untuk mengantarkan objek penyerta kalimat dan tidak boleh mengantarkan subjek kalimat. Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata, seperti kepada dan daripada.  Misalnya:      Bermalam sajalah di sini.      Di mana dia sekarang?      Kain itu disimpan di dalam lemari.      Kawan-kawan bekerja di dalam gedung.      Dia berjalan-jalan di luar gedung.      Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan.      Mari kita berangkat ke kantor.      Saya pergi ke sana kemari mencarinya.      Ia datang dari Surabaya kemarin.      Saya tidak tahu dari mana dia berasal.      Cincin itu terbuat dari emas.  Kata-kata yang dicetak miring di dalam kalimat seperti di bawah ini ditulis serangkai.   Misalnya:       Kami percaya sepenuhnya kepadanya.      Dia lebih tua daripada saya.      Dia masuk, lalu keluar lagi.      Bawa kemari gambar itu.      Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu.  Catatan:   Kata di- yang bertindak sebagai imbuhan, ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Contoh: dijual   Imbuhan di- dirangkaikan dengan tanda hubung jika ditambahkan pada bentuk singkatan atau kata dasar yang bukan bahasa Indonesia.   Misalnya:      di–PHK      di-upgrade   2. Penulisan Kata Ganti ku-, kau-, -ku, -mu, dan -nya   Kata ganti adalah Kata yang berfungsi menggantikan orang, benda, atau sesuatu yang dibendakan. Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; -ku, -mu, dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.   Misalnya:      Buku ini boleh kaubaca.      Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan.      Rumahnya sedang diperbaiki.  Kata-kata ganti itu (-ku, -mu, dan -nya) dirangkaikan dengan tanda hubung apabila digabung dengan bentuk yang berupa singkatan atau kata yang diawali dengan huruf kapital.   Misalnya:      KTP-mu      SIM-nya      STNK-ku   3. Penulisan Partikel     Partikel atau kata tugas adalah kelas kata yang hanya memiliki arti gramatikal dan tidak mempunyai arti leksikal. Arti suatu kata tugas ditentukan oleh kaitannya dengan kata lain dalam suatu frasa atau kalimat dan tidak bisa digunakan secara lepas atau berdiri sendiri.     a. Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.   Misalnya:      Bacalah buku itu baik-baik!      Apakah yang tersirat dalam surat itu?      Siapakah gerangan dia?      Apalah gunanya bersedih hati?  b. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.   Misalnya:      Apa pun permasalahannya, dia dapat mengatasinya dengan bijaksana.      Hendak pulang tengah malam pun sudah ada kendaraan.      Jangankan dua kali, satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku.      Jika Ayah membaca di teras, Adik pun membaca di tempat itu.  Catatan:   Partikel pun pada gabungan yang lazim dianggap padu ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.   Misalnya:      Adapun sebab-sebabnya belum diketahui.      Bagaimanapun juga, tugas itu akan diselesaikannya.      Baik laki-laki maupun perempuan ikut berdemonstrasi.      Sekalipun belum selesai, hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan.      Walaupun sederhana, rumah itu tampak asri.   c. Partikel per yang berarti ‘demi’, ‘tiap’, atau ‘mulai’ ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.   Misalnya:      Mereka masuk ke dalam ruang satu per satu.      Harga kain itu Rp50.000,00 per helai      Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 Januari.   Demikianlah kiranya mengenai cara yang benar menulis kata depan, kata ganti, dan partikel sesuai EYD. Saya sendiri sering lupa menggunakan kata depan, kata ganti dan partikel apakah digabung atau dipisah, dengan menulis ini harapannya saya sendiri jadi lebih memahami dan mempraktekannya secara langsung. Itung-itung belajar bareng dan saling mengingatkan. Semoga bermanfaat dan tentunya terus cintai Bahasa Indonesia. Salam gurungapak!   Sumber: Pedoman Umum EYD Permen RI Nomor 46 Tahun 2009.

Sebagai seorang manusia pastinya tak ada salahnya untuk saling mengingatkan dengan harapan ilmu kita semakin bertambah dan bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Mengenai penulisan kata depan, kata ganti, dan partikel jelas sekali para pembaca semua pernah diberikan materi ini, ataupun sedang dijelaskan mengenai materi yang berhubungan dengan materi kali ini. Namun, sebagai seorang manusia kadangkala kita lupa atau bahkan saat dijelaskan oleh bapak/ibu guru, kita kurang konsentrasi atau mengantuk jadi kurang mendalaminya, bisa juga karena faktor lupa (manusiawi lah ya, namanya juga manusia) saking banyaknya materi yang kita peroleh dari guru kita. Nah kesempatan ini akan dibahas kembali mengenai penulisan kata depan, kata ganti, dan partikel.

Dalam penulisan ilmiah ataupun dalam penerjemahan teks formal, pengetahuan akan ejaan yang disempurnakan dan penulisan yang benar sesuai dengan EYD sangat diperlukan. Dalam penulisan kata depan (di, ke dan dari), kata ganti (ku-, kau-, -ku, -mu, dan -nya) dan partikel, acapkali kita dibingungkan dengan mana yang harus ditulis serangkai dengan kata yang mengikuti atau yang mendahuluinya dan mana yang harus ditulis terpisah.

Berikut adalah sekilas tentang tata cara penulisan kata depan (di, ke dan dari), kata ganti (ku-, kau-, -ku, -mu, dan -nya) dan partikel yang dikutip dari Pedoman Umum EYD Permen RI Nomor 46 Tahun 2009.

1. Penulisan Kata Depan di, ke, dan dari

Kata depan adalah kata yang menghubungkan kata benda dengan bagian kalimat. Kata depan biasanya digunakan untuk mengantarkan objek penyerta kalimat dan tidak boleh mengantarkan subjek kalimat. Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata, seperti kepada dan daripada.
Misalnya:
  • Bermalam sajalah di sini.
  • Di mana dia sekarang?
  • Kain itu disimpan di dalam lemari.
  • Kawan-kawan bekerja di dalam gedung.
  • Dia berjalan-jalan di luar gedung.
  • Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan.
  • Mari kita berangkat ke kantor.
  • Saya pergi ke sana kemari mencarinya.
  • Ia datang dari Surabaya kemarin.
  • Saya tidak tahu dari mana dia berasal.
  • Cincin itu terbuat dari emas.
Kata-kata yang dicetak miring di dalam kalimat seperti di bawah ini ditulis serangkai.

Misalnya:

  • Kami percaya sepenuhnya kepadanya.
  • Dia lebih tua daripada saya.
  • Dia masuk, lalu keluar lagi.
  • Bawa kemari gambar itu.
  • Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu.
Catatan:

Kata di- yang bertindak sebagai imbuhan, ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Contoh: dijual

Imbuhan di- dirangkaikan dengan tanda hubung jika ditambahkan pada bentuk singkatan atau kata dasar yang bukan bahasa Indonesia.

Misalnya:
  • di–PHK
  • di-upgrade

2. Penulisan Kata Ganti ku-, kau-, -ku, -mu, dan -nya
 Kata ganti adalah Kata yang berfungsi menggantikan orang, benda, atau sesuatu yang dibendakan. Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; -ku, -mu, dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Misalnya:
  • Buku ini boleh kaubaca.
  • Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan.
  • Rumahnya sedang diperbaiki.
Kata-kata ganti itu (-ku, -mu, dan -nya) dirangkaikan dengan tanda hubung apabila digabung dengan bentuk yang berupa singkatan atau kata yang diawali dengan huruf kapital.

Misalnya:
  • KTP-mu
  • SIM-nya
  • STNK-ku

3. Penulisan Partikel
Partikel atau kata tugas adalah kelas kata yang hanya memiliki arti gramatikal dan tidak mempunyai arti leksikal. Arti suatu kata tugas ditentukan oleh kaitannya dengan kata lain dalam suatu frasa atau kalimat dan tidak bisa digunakan secara lepas atau berdiri sendiri.

a. Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Misalnya:
  • Bacalah buku itu baik-baik!
  • Apakah yang tersirat dalam surat itu?
  • Siapakah gerangan dia?
  • Apalah gunanya bersedih hati?
b. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.

Misalnya:
  • Apa pun permasalahannya, dia dapat mengatasinya dengan bijaksana.
  • Hendak pulang tengah malam pun sudah ada kendaraan.
  • Jangankan dua kali, satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku.
  • Jika Ayah membaca di teras, Adik pun membaca di tempat itu.
Catatan:

Partikel pun pada gabungan yang lazim dianggap padu ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Misalnya:
  • Adapun sebab-sebabnya belum diketahui.
  • Bagaimanapun juga, tugas itu akan diselesaikannya.
  • Baik laki-laki maupun perempuan ikut berdemonstrasi.
  • Sekalipun belum selesai, hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan.
  • Walaupun sederhana, rumah itu tampak asri.

c. Partikel per yang berarti ‘demi’, ‘tiap’, atau ‘mulai’ ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Misalnya:
  • Mereka masuk ke dalam ruang satu per satu.
  • Harga kain itu Rp50.000,00 per helai
  • Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 Januari.

Demikianlah kiranya mengenai cara yang benar menulis kata depan, kata ganti, dan partikel sesuai EYD. Saya sendiri sering lupa menggunakan kata depan, kata ganti dan partikel apakah digabung atau dipisah, dengan menulis ini harapannya saya sendiri jadi lebih memahami dan mempraktekannya secara langsung. Itung-itung belajar bareng dan saling mengingatkan. Semoga bermanfaat dan tentunya terus cintai Bahasa Indonesia. Salam gurungapak!

Sumber: Pedoman Umum EYD Permen RI Nomor 46 Tahun 2009.

Silahkan masukan e-mail Anda sekarang, untuk mendapatkan update artikel terbaru (Gratis!):

Delivered by FeedBurner

2 Responses to "Cara yang benar menulis kata depan, kata ganti, dan partikel sesuai EYD"

  1. artikel yang bermanfaat buat yang ingin belajar cara yang benar menulis kata depan, kata ganti, saya juga lagi baca baca karena belum cukup mengerti hehee

    ReplyDelete
  2. Terimakasih, Silahkan dimanfaatkan artikel nan sederhana ini. Semoga memberikan banyak manfaat. :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah bersedia berkunjung. Semoga bermanfaat. Silahkan tulis komentar anda di papan komentar. Komentar anda sangat bermanfaat untuk kemajuan artikel-artikel selanjutnya.