Rahasia kesuksesan pendidikan Finlandia

Siapa yang tak kenal dengan Finlandia, Sebuah negara yang terletak di Eropa Utara, dengan populasi penduduknya sebesar 5,5 juta jiwa pada tahun 2013 menurut data wikipedia tentunya. Finlandia sendiri dahulunya merupakan bagian dari kerajaan Swedia, lambat laun Finlandia menyatakan kemerekaannya. Namun, di sini bukan sejarah Firlandia yang akan saya ungkap, akan tetapi mengenai sistem pendidikan Finlandia.


Baiklah, kita bahas mengenai pendidikan disana. Finlandia merupakan salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Pelajar-pelajarnya menempati posisi teratas dunia dengan kemampuan yang diatas rata-rata. Hal ini di dukung oleh survey yang dilakukan oleh Programme For Internationale Student Assessment yang menempatkan Finlandia sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik, dan Korea Selatan menempati posisi ke dua, ketiga ada negara Inggris. 

Lalu sebenarnya apa saja yang menyebabkan kesuksesan pendidikan di Finlandia? apakah sama metode yang dipakai dengan negara-negara lainnya? Tentunya  kita bertanya-tanya,  baiklah berikut gambaran mengenai sistem pendidikan di Filnandia.

Pertama, Pilihan sekolah sedikit dan di kelola oleh pemerintah. Hampir tidak ada sekolah swasta disana (sangat sedikit sekali sekolah swasta), semuanya adalah sekolah negeri dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi para pelajarnya dibiayai oleh pemerintah tentunya tidak dipungut biaya sama sekali. Kesuksesan pendidikan di Finlandia dalam memperbaiki sistem pendidikan adalah pelajarnya sama sekali tidak mengejar keunggulan akademis, namun kesetaraan, yang berarti semua pelajar memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan, tidak membedakan latar belakang keluarga, suku, agama dan ras tertentu, jadi semuanya sama alias setara. Tujuannya dalah untuk meratakan kesenjangan sosial.

Kedua, Tidak adanya kompetisi atau persaingan baik pelajar mupun sekolah. Jadi tidak mengenal budaya rengking (pelajar terbaik), guru terbaik, ataupun sekolah terbaik. Tujuannya adalah untuk membangun sebuah kerjasama. Karena dengan kerjasama maka tidak akan ada rasa perbedaan, dan mengganggap bahwa mereka adalah satu. Bahkan untuk difabel juga ikut disatukan dengan pelajar yang normal lainnya. Sekolah tidak mengukur prestasi dengan label pintar kepada siswa.

Ketiga, Tidak adanya Ujian Nasional. Jika di kebanyakan negara banyak yang menerapkan ujian nasional, tidak begitu dengan sistem pendidikan di Finlandia. Di sini tidak ada ujian nasional seperti yang dilakukan oleh kebanyakan negara, yang ada hanya ujian martikulasi nasional saja dan itu juga sifatnya sukarela tidak memaksakan pelajar untuk mengikutinya. Wajib belajar dilakukan pada umur 7 tahun dimana pada jenjang sekolah dasar ditempuh selama 6 tahun, sekolah menengah pertama ditempuh selama 3 tahun. Setelah menamatkan jenjang sekolah menengah pertama siswa boleh meneruskan ke jenjang sekolah menengah atas atau saja sudah boleh masuk ke dunia kerja.

Keempat, Kurikulum yang dipakai bersifat fleksibel, jadi sekolah sekolah tidak harus menerapkan kurikulum,  metode  dan jadwal yang sama. Tidak seragam antara sekolah satu dengan sekolah yang lainnya. Pemerintah Finlandia tepatnya kementrian pendidikan hanya memberikan kuikulum dasar yang isinya menganai pelajaran apa yang harus diberikan dan tujuan yang harus dicapai disetiap kelas pada jenjang tertentu. Kurikulum ini dijadikan dasar bagi sekolah yang sekolahnya menerapkan kurikulum sendiri.

Kelima, Guru memiliki tanggung jawab yang besar pada kesuksesan pembelajaran. Semua guru di Finlandia mendapatkan pelatihan khusus dalam penilaian siswa satu kelas menggunakan tes yang mereka rancang sendiri. Siswa tetap mendapatkan raport namun penilaiannya merupakan proses individu per anak. Pemerintah juga tidak lepas tangan saja, usaha pemerintah untuk mengawasi kemajuan pendidikan di sana. Mentri Pendidikan terjun langsung untuk  menguji beberapa contoh  sekolah yang berbeda. Ujian ini menghasilkan data yang spesifik tentang kemampuan siswa. 

Sekarang mari kita lihat bagaimana sistem pendidikan di Indonesia.

Indonesia sekarang menganut sistem pendidikan nasional. Namun, sistem pendidikan nasional masih belum dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Ada beberapa sistem di Indonesia yang telah dilaksanakan, di antaranya:
 
Sistem Pendidikan Indonesia yang berorientasi pada nilai.
Sistem pendidikan ini telah diterapkan sejak sekolah dasar. Disini peserta didik diberi pengajaran kejujuran, tenggang rasa, kedisiplinan, dsb. Nilai ini disampaikan melalui pelajaran Pkn, bahkan nilai ini juga disampaikan di tingkat pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
 
Indonesia menganut sistem pendidikan terbuka.
Menurut sistem pendidikan ini, peserta didik di tuntut untuk dapat bersaing dengan teman, berfikir kreatif dan inovatif
 
Sistem pendidikan beragam.
Di Indonesia terdiri dari beragam suku, bahasa, daerah, budaya, dll. Serta pendidikan Indonesia yang terdiri dari pendidikan formal, non-formal dan informal.
 
Sistem pendidikan yang efisien dalam pengelolaan waktu.
Di dalam KBM, waktu di atur sedemikian rupa agar peserta didik tidak merasa terbebani dengan materi pelajaran yang disampaikan karena waktunya terlalu singkat atau sebaliknya.
 
Sistem pendidikan yang disesuaikan dengan perubahan zaman.
Dalam sistem ini, bangsa Indonesia harus menyesuaikan kurikulum dengan keadaan saat ini. Oleh karena itu, kurikulum di Indonesia sering mengalami perubahan / pergantian dari waktu ke waktu, hingga sekarang Indonesia menggunakan kurikulum KTSP.

Problem di Bidang Pendidikan
Problem yang dihadapi bangsa Indonesia di bidang pendidikan mencakup tiga pokok problem, yaitu:
a. Pemerataan Pendidikan
Saat ini bangsa Indonesia masih mengalami di bidang pemerataan pendidikan. Hal tersebut dikarenakan pendidikan di Indonesia hanya dapat dirasakan oleh kaum menengah ke atas. Agar pendidikan di Indonesia tidak semakin terpuruk, maka pemerintah harus mengambil kebijakan yang tepat. Misalnya, adanya kebijakan wajib belajar 9 tahun. Kebijakan ini dilaksanakan dari mulai bangku SD hingga SMP. Pemerintah membuat kebijakan dengan meratakan tenaga pendidik di setiap daerah.
 
b. Biaya pendidikan
Keadaan ekonomi Indonesia yang semakin terpuruk berdampak pula pada pendidikan di Indonesia. Banyak sekali anak yang tidak dapat mengenyam pendidikan karena biaya pendidikan yang mahal. Maka dari itu, agar bangsa Indonesia tidak semakin terbelakang, Pemerintah mulai mengeluarkan dana BOS, yang diberikan kepada peserta didik di SD dan SMP. Hal tersebut dilakukan dengan membebaskan biaya SPP atau membuat kebijakan free-school bagi pendidikan dasar. Dengan dikeluarkan kebijakan tersebut, di harapkan semua pendidikan dapat dirasakan di semua kalangan masyarakat Indonesia.
 
c. Kualitas Pendidikan
Selain kedua masalah tersebut, permasalahan yang paling mendasar adalah masalah mutu pendidikan. Karena sekarang ini pendidikan kita masih jauh tertinggal jika di bandingkan dengan negara-negara lain. Hal tersebut di buktikan dengan banyaknya tenaga pendidik yang mengajar namun tidak sesuai dengan bidangnya. Selain itu, tingkat kejujuran dan kedisiplinan peserta didik masih rendah. Contohnya: dengan adanya kecurangan-kecurangan yang dilakukan saat mengikuti Ujian Nasional peserta didik cenderung pilih mendapat jawaban secara instan, misalnya dengan membeli jawaban soal UN. Oleh karena itu, mutu pendidikan harus diperbaiki, maka pemerintah membuat kebijakan yang berupa peningkatan mutu pendidik. Yang dilakukan dengan cara mengevaluasi ulang tenaga pendidik agar sesuai dengan syarat untuk menjadi pendidik. Selain itu, pemerintah harus meningkatkan sarana dan prasarana, misalnya memperbaiki fasilitas gedung, memperbanyak buku, dll.  

Begitulah bagaimana sistem pendidikan di Finlandia dan sistem pendidikan di Indonesia, ternyata banyak sekali perbedaanya ya dengan sistem pendidikan di negeri kita tercinta ini. Semoga saja kedepannya pemerintah lebih memperhatikan sisem pendidikan yang lebih baik lagi supaya kemajuan dunia pendidikan di Indonesia semakin  baik.

Salam GuruNgapak! 

Silahkan masukan e-mail Anda sekarang, untuk mendapatkan update artikel terbaru (Gratis!):

Delivered by FeedBurner

6 Responses to "Rahasia kesuksesan pendidikan Finlandia"

  1. seharusnya seperti itu, karena di Indonesia sistem pendidikan seperti pemaksaan....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan pemaksaan mbak,namun lebih tepatnya terlalu memforsir dengan materi tanpa diimbangi praktek langsung..

      Delete
  2. saya taunya Irlandia, Finlandia malah bru dengeri ini mas..xixix
    saya aj yg bru tau yaa rupanya :D...whhw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada mbak, kita biasa menyebutnya Firlandia..hehe

      Delete
  3. Pantsan sukses dan maju terus mungkin yah? karena firlandia sekolahnya harpir negeri dan juga tidak di pungut biaya dari TK sampe perguruan tinggi.. sadddaaaapp :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mas Ikhsan, ya untuk memotivasi aja, sapa tahu lambat laun pemerintah juga bisa menggratiskan pendidikan di Indonesia. Aamiin banyak potensi yang dimiliki anak negeri namun masih banyak yang tidak bisa melanjutkan, sehingga cita-citanya harus pupus ditelan kenyataan..

      Delete

Terimakasih sudah bersedia berkunjung. Semoga bermanfaat. Silahkan tulis komentar anda di papan komentar. Komentar anda sangat bermanfaat untuk kemajuan artikel-artikel selanjutnya.