Contoh dan Langkah Mudah Membuat Karangan Narasi

Pada postingan artikel yang lalu telah dibahas mengenai bagaimana langkah mudah membuat karangan deskripsi, yang mana sudah dibahas secara lengkap dan jelas, juga saya sajikan contohnya. Pada artikel kali ini saya juga akan membahas bagaimana cara mudah untuk membuat karangan narasi, yang biasanya diajarkan  di jenjang Sekolah Dasar hingga jenjang Sekolah Menengah Atas.



Sebelum kita membahasnya alangkah baiknya kita ketahui pengertian dari narasi sendiri. Narasi merupakan kata serapan dari bahasa Inggris "Narration" yang memiliki pengertian "Cerita" sedangkan kata lain yakni "narrative" yang memiliki arti "Menceritakan". Maka, pengertian dari karangan narasi sendiri adalah karangan yang menyampaikan serangkaian kejadian menurut urutan terjadinya (memberi arti kepeda sebuah kejadian) yang tujuannya adalah agar pembaca dapat memetik hikmah atas cerita tersebut. Secara ringkas karangan narasi merupakan sebuah cerita yang menyajikan suatu peristiwa.

Banyak yang bertanya mengenai perbedaan karangan narasi dengan karangan deskripsi, kebanyakan bingung mengenai kedua karangan ini, namun tentu saja dari kedua karangan terdapat perbedaan yang mudah dimengerti yakni pada karangan narasi terdapat sebuah ciri yang mencolok. Ciri yang mencolok ini adalah terdapatnya unsur utama berupa unsur perbuatan dan unsur waktu kejadian. Dapat juga untuk memudahkannya kita bisa menganalisisnya dari pembaca yang biasanya bertanya "Apa si yang terjadi".

Dari pertanyaan tersebut pastilah kita temukan jawaban yang jelas mengenai kejadian apa, kapan terjadinya, siapa yang melakukannya dan bisa juga motifnya apa atau kok bisa melakukanya. Hal-ini yang cenderung terdapat dalam karangan narasi. Itulah mengenai pengertian singkat karangan narasi, lalu bagaimana langkah-langkah membuat karangan narasi ini.

Langkah-langkah penulisan karangan narasi adalah sebagai berikut:

1. Menentukan tema atau amanat yang akan disampaikan
Seperti biasa, langkah pertama ini menjadi dasar bagi pembuatan semua karangan. Kita bisa menentukan sebuah tema dan amanat yang nantiya akan dikembangkan dalam mengarang narasi. Temanya tentu bebas, dan biasanya mengangkat mengenai kejadian-kejadian yang menjadi berita populer.

2. Menetapkan sasaran pembaca
Poin ke-dua juga merupakan poin penting dalam menulis karangan narasi. kita tak boleh mengabaikan sasaran pembaca dalam menulis karangan narasi yang kita hasilkan. KIta tentunya sudah memiliki target pembaca, apakah karanga kita nantinya hanya diperuntukan untuk anak-anak, dewasa bahkan untuk segala umur. Dari sinilah nantinya kata-kata yang kita rangkai dalam karangan kita susun sesuai dengan sasaran pembaca. Jangan sampai kita menggunakan bahasa yang tidak sulit dipahami oleh pembaca yang mengakibatkan isi karangan menjadi tidak jelas dan bisa jadi menimbulkan salah tangkap bagi pembaca.

3. Merancang peristiwa yang akan dibahasa dalam bentuk skema alur.
Hal ini bertujuan untuk mengurutkan jalannya cerita dan memudahkan penulis dalam membuat karangan narasi. Sehingga karangan yang akan dibuat dapat runtut, jelas dan enak untuk dibaca oelh para pembaca sekalian.

4. Adanya awal karangan, pengembangan dan akhir karangan.
Seperti halnya mengarang pada umumnya, karangan narasi juga diawali dengan awalan karangan yang biasanya menceritakan sebelum kejadian atau peristiwa yang nantinya dikembangkan hingga terjadinya suatu peristiwa, baru kita akhiri dengan akhir karangan yang menandakan selesainya peristiwa yang diceritakan. Setelah selesai itu semua pembaca dapat menyimpulkan amanat yang dapat dipetik atau diambil dari karangan narasi ini.

5. Menyusun tokoh, perwatakan, sudut pandang, latar.
Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam mengembangkan karangan narasi. Kita harus menyusun latar, tokoh, watak, sudut padang yang akan kita pakai dalam membuat karangan narasi.

Untuk memperjelas mengenai langkah-langkah dalam menyusun karangan narasi di atas, saya berikan contoh karangan narasi. 


Kesialanku
Tepat pukul 11.00 WIB pekan lalu, aku barupulang dari kuliah. Seperti biasanya aku pulang kerumah naik ojek yang beraa didepan kampusku. Kebetulan saat itu matahari sangat terik-teriknya sehingga hawa panas menyelimuti tubuhku dan lagi ditambah rasa lapar yang sejak tadi menghantuiku, membuat suasana saat itu tak mengenakkan untukku.

Diperjalanan menuju kerumah terselip kejadian lucu, ternyata ojek yang aku naiki salah jalan. Tadinya aku sempat kesal namun setelah ia berbicara untuk menanyakan jalan yang benar, ia menggunakan logat bahasa jawa yang tak ku mengerti. Tanpa sengaja aku tertawa kecil. Namun aku nalar saja maksudnya adalah menanyakan jalan yang benar. Kejadian tersebut cukup membuat ku geli disaat terik matahari yang kian menusuk tubuhku.

Sesampainya dirumah kesialan kembali menerpaku. Ternyata rumahku masih terkunci, tak seorangpun yang berada didalam rumah dan kebetulan saat itu aku tidak membawa kunci cadangan. Kembali aku merasa sangat kesal saat itu. Akhirnya aku menunggu untuk beberapa menit sampai orang tua ku kembali. 10 menit pertama telah berlalu, aku masih duduk di kursi teras depan rumahku. 10 menit berikutnya pun telah berjalan tanpa kusadari, lagi-lagi tak kujumpai orang rua ku kembali.

Setelah hamper 40 menit aku menunggu dengan rasa bosan. Terbesit sekilas dalam pikiranku untuk menghubungi orang tua ku. Akhirnya aku menghubungi orang tua ku. Aku heran mengapa hal ini tak terpikirkan olehku sejak tadi, mungkin karena terlalu emosi sehingga hal sekecil itu tak lagi terpikirkanolehku.

Putri Natasha dan Putri Andine

Suatu hari disebuah kerajaan besar lahirlah seorang putri cantik yang bernama Putri Natasha. Wajahnya sangat cantik dan lucu. Putri Natasha lahir dari pasangan Raja Anthum dan Ratu Aurora. Semua orang sangat bahagia saat kelahiran Putri yang telah ditunggu-tunggu itu. Tepat dihari kelahiran Putri Natasha, didepan pintu gerbang istana terdapat seorang bayi kecil yang tergeletak tak berdaya. Akhirnya karena pihak istana tak tega untuk menyingkirkannya, bayi tersebut kemudian diasuh oleh pihak istana dan diberi nama Putri Andine

Dua tahun telah berlalu, Putri Natasha dan Putri Andine telah berubah menjadi putri-putri yang lucu, mereka telah menjadi seperti saudara kandung sendidri. Raja dan ratu pun senang melihatkeakraban mereka, meskipun mereka belum memberitahukan bahwa Putri Andine bukanlah anak kandung mereka.

Saat menginjak usia 12 tahun, Putri Natasha terlihat lebih cantik daripada Putri Andine. Dan juga Putri Natasha lebih mirip Ratu Aurora. Putri Andine yang ketika itu menyadari bahwa Putri Natasha lebih cantik darinya dan lebih mirip kepada sang Ratu, mempunyai niat tak baik kepada Putri Natasha.

Suatu hari Putri Andine yang telah beniat jahat kepada Putri Natasha mencoba membuat wajah Putri Natasha menjadi buruk rupa dengan menyiramkan air panaas kepada Putri Natasha. Namun sebelum sempat ia mencoba melakukannyaa, niat jahatnyaa telah diketahui oleh Ratu Aurora.

Akhirnya sang Ratu menceritakan mengapa ia tak mirip dengan Ratu Aurora. Putri Andine akhirnyamenyadari dan kembali menjadi baik kepada Putri Natasha. Dan sekarang mereka menjadi putri-putri yang paling dikagumi dinegeri tersebut. 

Demikianlah mengenai Contoh dan langkah mudah membuat karangan narasi, Baca juga langkah mudah membuat karangan Deskripsi. Semoga bermanfaat dan dapat dipraktekan saat membuat karangan narasi.

Salam GuruNgapak!

2 Responses to "Contoh dan Langkah Mudah Membuat Karangan Narasi"

Terimakasih sudah bersedia berkunjung. Semoga bermanfaat. Silahkan tulis komentar anda di papan komentar. Komentar anda sangat bermanfaat untuk kemajuan artikel-artikel selanjutnya.