Cara Menyusun Soal Esay (Soal Uraian) dan Petunjuk Pengerjaan soal Esay disertai kelebihan dan kelemahan soal esay (Uraian)

Guru Ngapak- Artikel kali ini akan membahas bagaimana cara menyusun soal esay, namun dalam penyusunan soal sebaiknya didahului dengan penyusunan kisi-kisi, sehingga soal yang dibuat selalu jelas untuk mengukur apa, dan dengan tingkat kesukaran yang bagaimana, serta dengan jenis soal yang mana, apakah esay ataupun jenis soal obyektif dan jenis soal lainnya.
 



Soal Esay atau Esay test adalah test yang sifatnya menjelaskan. Test ini baik untuk mengukur kemampuan mental dan melatih ungkapan pikiran melalui bahasa yang tepat. Jenis soal ini mudah dibuat, namun sukar untuk memeriksanya.

Penulisan soal esay membutuhkan beberapa hal yang harus diperhatikan dan juga rancangan. Berikut ini akan dijelaskan ketentuan-ketentuan pembuatannya.

1. Pedoman umum penyusunan

Ada beberapa petunjuk yang sifatnya umum dalam penulisan test esay. Petunjuk tersebut antara lain:

a. Buatlah seperangkat pengerjaan soal, dalam petunjuk ini hendaknya dikemukakan.

bentuk jawaban yang diminta, misalnya jawaban harus singkat, padat, tapi tepat, kalau perlu kemukakan sangsi jawaban.
kemukakan bobot nilai setiap soal.
jelaskan waktu yang disediakan.

b. Jumlah soal, kompleksitas jawaban murid, kemampuan siswa dan waktu yang tersedia untuk menjawab soal harus diperhitungkan secara teliti. Test esay bukan hanya menekankan pada kecepatan menjawab tapi mengandung kekuatan atau kedalaman jawaban. Oleh sebab itu, proses yang ditempuh dalam menjawab test esay mengikuti tahapan (a) analisis soal (b) menentukan isi jawaban (c) menentukan cara mengorganisasikan jawaban (d) menuliskan jawaban.

c. Test esay harus terdiri dari rentangan soal berdasarkan tingkat kesukarannya. Artinya ada soal kategori mudah, sedang dan soal kategori sukar. Komposisi ketiga soal ini harus seimbang, jangan terlalu mudah jangan terlalu sukar.

d. Setiap soal yang dibuat berdasarkan tingkat kesukaran hendaknya dinilai berdasarkan sistim bobot. Soal sukar diberi bobot lebih tinggi dari pada soal sedang, dan soal sedang diberi bobot lebih tinggi dari pada soal mudah, Misalnya 5 untuk soal sukar, 4 untuk soal sedang, dan 2 untuk soal mudah. Patokan ini tergantung dari guru yang membuat soal.

e. Gunakan kalimat yang tepat, benar dan jelas. Hindari soal yang bahasanya berbelit-belit sehingga makna soal tidak dapat ditangkap siswa.

2. Ketentuan khusus

Persyaratan khusus yang harus dipenuhi dalam membuat test esay adalah:

a. Tetapkan dulu tujuan dan abilitas yang akan diukur apakah pemahaman, aplikasi, analisa, sintesa atau evaluasi. Abilitas ini diformulasikan dalam bentuk Tujuan Intruksional Khusus (TIK).

b. Susun pertanyaan dalam bahasa yang baik dan benar, serta tepat dengan TIK, sehingga setiap pertanyaan berisi suatu perumusan masalah yang jelas.

c. pertanyaan dibuat sedemikianrupa sehingga peserta didik menjawabnya dengan kata-kata sendiri, bukan menyalin dari buku.

d. mulailah pertanyaan esay dengan kata-kata: Bandingkan................, berilah contoh............., berilah alasan, terangkan bagaimana, jelaskan mengenai................, bagaimana pendapat saudara, apa keuntungan, kerugian.............,, dan seterusnya. Hindarkan penggunaan kata kapan, dimana, berapa dan siapa.

e. Jangan membuat pertanyaan yang mempunyai arti ganda pada siswa, sehingga mengandung tafsiran yang beranekaragam.

f. sesuaikan kompleksitas jawaban peserta didik dengan tingkat kemampuan dan kematangan.

g. Gunakan variasi jenis soal esay yakni esay yang terbatas dan esay yang bebas (tak terbatas)

h. Jangan membuat pertanyaan yang mempunyai kombinasi jawaban yang beranekaragam, sebab dengan test esay semua siswa dituntut mengerjakan tugas yang sama.

Keunggulan test esay:

a. Dapat mengukur kesanggupan berfikir pada siswa
b. Dapat mengukur kesanggupan siswa dalam menggunakan kalimat yang baik dan benar.
c. Melatih murid menuturkan buah pikirannya secara sistematis dan logis.
d. Memerlukan waktu yang singkat dalam penulisan soal.
e. Memberi kemungkinan kepada guru untuk langsung memulai proses berfikir siswa.

Kelemahan test esay:

a. Tidak dapat mencakup semua bahan pelajaran yang telah diberikan
b. Menuntut banyak waktu dalam pemerikssaan.
c. Penilaian kurang subjektif (bersifat subjektif)
d. Tidak semua orang dapat memeriksa soal esay dengan benar sebab perlu penguasaan bahan.
e. Sukar menentukan nilai yang jawabannya berfariasi pada setiap siswa.

Berikut adalah contoh soal esai bahasa Indonesia.

1. Susunlah sebuah berita lengkap berdasar pokok berita berikut!
Apa: Kebakaran
Siapa: Para warga
Kapan: Sabtu, 28 Februari 2015
Di mana : Pasar Banjarmaja
Mengapa: Diduga karena hubungan pendek arus listrik
Bagaimana: 100 Kios terbakar
Dua orang tewas
Barang-barang ludes

2. Buatlah rangkuman dari wacara berjudul “Membangun Keterampilan Menulis” berikut!

Membangun
Keterampilan Menulis
Aji Septiaji

Salah satu hal yang paling sering kita hindari dalam ruang lingkup keterampilan berbahasa adalah menulis. Menulis kadang mudah kadang sulit. Sebenarnya kesulitan itu bersumber dari dalam diri kita. Ketika apa yang kita pikirkan dalam hidup ini sulit maka prosesnya akan sulit, sedangkan jika kita berpikir dengan mudah maka prosesnya akan terasa mudah. Sebab sulit dan mudah kita yang menciptakan.
Menulis adalah aktivitas berpikir, yaitu memikirkan rangkaian kata yang akan kita aplikasikan ke dalam tulisan. Menurut D’Angelo (1980:5) menyatakan bahwa menulis adalah belajar berpikir dalam dengan cara tertentu. Menulis dilihat dari segi hakikatnya dapat dibagi atas tiga aspek, yakni (1) menulis sebagai proses berpikir, (2) menulis sebagai proses berpikir meliputi serangkaian aktivitas, (3) menulis sebagai proses berpikir yang terdiri atas serangkaian aktivitas berkaitan erat dengan membaca.
Berikut pemaparan dari ketiga aspek hakikat menulis tersebut.

3. Buatlah contoh notulen hasil diskusi bertema “Mengatasi kenakalan remaja”!
 
4. Tulislah susunan acara perpisahan kelas 9 SMP!
 
5. Buatlah contoh kalimat yang mengandung!
a. Generalisasi
b. Spesialisasi
c. Asosiasi
d. Sinestesia
e. Ameliorasi
f. Peyorasi
 
6. Buatlah masing-masing 1 kalimat yang di dalamnya terdapat homonim, homofon, dan homograf!
 
7. Buatlah 3 kalimat berobjek!
 
8. Buatlah 3 kalimat berpelengkap!
 
9. Buatlah contoh kalimat pembuka dalam diskusi!
 
10. Buatlah poster berisi ajakan membaca buku di perpustakaan (disertai gambar)
 
11. Buatlah slogan berisi ajakan menjaga kebersihan sekitar!
 
12. Apakah yang dimaksud intonasi, jeda, lafal, dan volume?
 
13. Tulislah sebuah kalimat yang di dalamnya terdapat fakta!
 
14. Tulislah sebuah kalimat yang di dalamnya terdapat opini/pendapat!

15. Ubahkah kalimat tidak baku beriku menjadi baku, kemudian susun masing-masing dalam sebuah kalimat!
a. Praktek
b. Metoda
c. Analisa
d. Karir
e. Negri
f. Putera
g. Olah raga
h. Jum’at
i. Do’a
j. Ijajah
k. Sistim
l. Jenasah
m. Isteri
n. Hakekat
o. konggres

Demikianlah mengenai penyusunan soal esay, semoga dapat membantu para guru dalam membuat soal esay, dan memberikan pedoman dalam pembuatan yang disertai bagaimana kelemahan dan kelebihannya. Semoga membantu, Salam Guru Ngapak!

0 Response to "Cara Menyusun Soal Esay (Soal Uraian) dan Petunjuk Pengerjaan soal Esay disertai kelebihan dan kelemahan soal esay (Uraian)"

Post a Comment

Terimakasih sudah bersedia berkunjung. Semoga bermanfaat. Silahkan tulis komentar anda di papan komentar. Komentar anda sangat bermanfaat untuk kemajuan artikel-artikel selanjutnya.