Isi Konggres Bahasa Indonesia ke-I sampai X

Guru Ngapak- Indonesia memiliki pertemuan rutin yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali oleh pemerintah dan para pakar bahasa dan sastra Indonesiaq untuk membahas perkembangan bahasa Indonesia, pertemuan rutin ini yang dinamakan konggres bahasa Indonesia. Awal pertemuan konggres pada dasarnya memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 1028 pada waktu itu, namun kenyataannya dalam memperingati Sumpah Pemuda itu juga dibahas mengenai perkembangan bahasa dan sastra Indonesia dan juga rencana pengembangannya.   Indonesia telah sepuluh kali menyelenggarakan konggres Bahasa Indonesia, konggres-konggres ini begitu pentingnya bagi sejarah kemajuan bahasa Indonesia pada umumnya, Karena dengan adanya konggres bahasa Indonesia, bahasa Indonesia menjadi lebih kompleks kosakatanya, menjadi lebih mantap dalam membakukan kata atau dalam penyerapan bahasa asing. Kesemuanya itu terjadi dan dibahas dalam kongres bahasa Indonesia. Berikut penyelenggaraan Konggres bahasa Indonesia yang sudah dilaksanakan.   1. Konggres Bahasa Indonesia I (Pertama)   Konggres bahasa Indonesia yang pertama dilaksanakan di kota Solo, Jawa Tengah yakni pada tanggal 25-28 Juni tahun 1938. Konggres pertama ini menghasilkan kesimpulan yang intinya usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendikiawan dan budayawan Indonesia pada waktu itu.      Kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945 ditandatangani Undang-Undang Dasar 1945, yang pada pasal 36 menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Diresmikannya penggunaan ejaan Republik sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya, peresmian ini terjadi pada tanggal 19 Maret 1947.   2. Konggres Bahasa Indonesia II   Konggres bahasa Indonesia yang ke dua dilaksanakan di kota Medan, Sumatra Utara, pada tanggal 28 Oktober sampai 1 November 1954. Konggres bahasa Indonesia ke dua ini merupakan sebuah perwujudan tekad yang kuat dari bangsa Indonesia untuk terus dan terus menyempurnakan bahasa Indonesia yang dijadikan kebanggaan bagi Bangsa Indonesia.      Presiden H.M Soeharto yang waktu itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia pada tanggal 16 Agustus 1972, meresmikan penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) melalui sarana pidato kenegaraan pada sidang DPR yang dikokohkan dengan adanya Keputusan Presiden No.57 Tahun 1972. Mentri Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 31 Agustus 1972, menetapkan Pedoman Umum Bahasa Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara).   3. Konggres Bahasa Indonesia III   Konggres bahasa Indonesia ke tiga dilaksanakan di ibu kota Jakarta, pada tanggal 28 Oktober sampai dengan 2 November 1978. kesimpulan pada konggres bahasa yang ketiga ini adalah memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 yang memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928 dan berusaha terus untuk memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.   4. Konggres Bahasa Indonesia IV   Konggres bahasa Indonesia ke empat diselenggarakan di Jakarta, pada tanggal 21 smpai tanggal 26 November 1983. Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda yang ke-55 disebutkan dalam keputusannya bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam GBHN, yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar tercapai semaksimal mungkin.   5. Konggres Bahasa Indonesia V   Konggres bahasa Indonesia yang ke lima dilaksanakan di Jakarta, pada tanggal 27 Oktober smpai 3 November 1988. Konggres bahasa yang ke lima ini dihadiri oleh tujuh ratusan pakar bahasa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, hadir juga dari tamu undangan yakni perwakilan dari negara Malaysia, Brunei Darusalam, Sinmgapura, Belanda, Jerman, dan Australia.      Pada konggres ini dipersembahkan pula sebuah karya besar dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pecinta bahasa di bumi Nusantara, yakni sebuah Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.   6. Konggres Bhasa Indonesia VI   Konggres bahasa Indonesia yang ke enam dilaksanakan di Jakrta, yakni pada tanggal 28 Oktober sampai 2 November 1993. sebanyak 770 peserta dari Indonesia hadir dalam konggres bahasa ke enam ini, tidak ketinggalan 53 peserta dari berbagai negara juga ikut sebagai tamu, yakni negara Brunai Darusalam, Australia, Jepang, Rusia, Hongkong, India, Jerman, Singapura, Amerika Serikat dan Korea Selatan. Kesimpulan dari konggres ini adalah pengusulan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia.   7. Konggres Bahasa Indonesia Ke VII   Konggres bahasa Indonesia ke tujuh dilaksanakan di Hotel Indonesia, Jakarta, yakni pada tanggal 26-30 Oktober 1998. kesimpulan dari konggres bahasa yang ke tujuh ini ialah mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa Indonesia.   8. Konggres Bahasa Indonesia ke VIII   Konggres bahasa Indonesia ke Delapan diselenggarakan di jakarta, yakni pada tanggal 14 samapi 17 Oktober 2003. Pada konggres bahasa kali ini para pakar dan pemerhati bahasa Indonesia menyimpulkan bahwa berdasarkan Konggres Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menyatakan bahwa para pemuda memiliki satu bahasa yakni bahasa Indonesia, maka bulan Oktober dijadikan bulan bahasa. Agenda pada bulan bahasa adalah berlangsungnya seminar bahasa Indonesia di berbagai lembaga yang memperhatikan bahasa Indonesia.   9. Konggres Bahasa Indonesia IX   Konggres bahasa Indonesia ke sembilan dilaksanakan di Jakarta, yakni pada tanggal 28 Oktober sampai 1 November 2008. Konggres ini juga memperingati 100 tahun kebangkitan nasional, 80 tahun Sumpah Pemuda, dan 60 tahun berdirinya Pusat Bahasa. Dicanangkannya tahun 2008 sebagai tahun Bahasa, maka disepanjang tahun 2008 diadakan kegiatan kebahasaan dan kesastraan. dan sebagai puncaknya dari seluruh kegiatan kebahasaan dan kesastraan serta 80 tahun Sumpah Pemuda, diadakan konggres bahasa Indonesia ke IX.      Konggres ini membahas lima hal utama, yakni bahasa Indonesia, bahasa daerah, penggunaan bahasa asing, pengajaran bahasa dan sastra, serta bahasa media massa. Konggres bahasa ini berskala internasional yang menghadirkan pembicara-pembicara dari dalam dan luar negeri. Pakar bahasa dan sastra yang selama ini telah melakukan penelitian dan mengembangkan bahasa Indonesia di luar negeri diberi kesempatan untuk memaparkan pandangannya dalam konggres bahasa Indonesia ke IX ini.   10. Konggres Bahasa Indonesia ke X   Konggres bahasa Indonesia yang ke sepuluh dilaksanakan di Jakarta, yakni pada tanggal 28 Oktober sampai 31 Oktober 2013. kesimpulan dari konggres bahasa yang ke sepuluh ini ialah Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), merekomendasikan hal-hal yang perlu dilakukan pemerintah. Rekomendasi tersebut berdasarkan laporan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta paparan enam makalah pleno tunggal, di antaranya 16 makalah sidang pleno panel, 104 makalah sidang kelompok yang tergabung dalam delapan topik diskusi panel, dan diskusi yang berkembang selama persidangan.     Itulah kesimpulan-kesimpulan dari adanya Konggres Bahasa Indonesia dari pertama sampai konggres yang ke X. Konggres-konggres tersebut didasarkan akan kecintaan dan kebanggaan orang Indonesia yang mampu mengembangkan dan memiliki bahasa negara dan bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.     Salam Guru Ngapak.
Guru Ngapak- Indonesia memiliki pertemuan rutin yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali oleh pemerintah dan para pakar bahasa dan sastra Indonesiaq untuk membahas perkembangan bahasa Indonesia, pertemuan rutin ini yang dinamakan konggres bahasa Indonesia. Awal pertemuan konggres pada dasarnya memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 1028 pada waktu itu, namun kenyataannya dalam memperingati Sumpah Pemuda itu juga dibahas mengenai perkembangan bahasa dan sastra Indonesia dan juga rencana pengembangannya.

Indonesia telah sepuluh kali menyelenggarakan konggres Bahasa Indonesia, konggres-konggres ini begitu pentingnya bagi sejarah kemajuan bahasa Indonesia pada umumnya, Karena dengan adanya konggres bahasa Indonesia, bahasa Indonesia menjadi lebih kompleks kosakatanya, menjadi lebih mantap dalam membakukan kata atau dalam penyerapan bahasa asing. Kesemuanya itu terjadi dan dibahas dalam kongres bahasa Indonesia. Berikut penyelenggaraan Konggres bahasa Indonesia yang sudah dilaksanakan.

1. Konggres Bahasa Indonesia I (Pertama) 
Konggres bahasa Indonesia yang pertama dilaksanakan di kota Solo, Jawa Tengah yakni pada tanggal 25-28 Juni tahun 1938. Konggres pertama ini menghasilkan kesimpulan yang intinya usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendikiawan dan budayawan Indonesia pada waktu itu. 

Kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945 ditandatangani Undang-Undang Dasar 1945, yang pada pasal 36 menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Diresmikannya penggunaan ejaan Republik sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya, peresmian ini terjadi pada tanggal 19 Maret 1947.

2. Konggres Bahasa Indonesia II 
Konggres bahasa Indonesia yang ke dua dilaksanakan di kota Medan, Sumatra Utara, pada tanggal 28 Oktober sampai 1 November 1954. Konggres bahasa Indonesia ke dua ini merupakan sebuah perwujudan tekad yang kuat dari bangsa Indonesia untuk terus dan terus menyempurnakan bahasa Indonesia yang dijadikan kebanggaan bagi Bangsa Indonesia. 

Presiden H.M Soeharto yang waktu itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia pada tanggal 16 Agustus 1972, meresmikan penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) melalui sarana pidato kenegaraan pada sidang DPR yang dikokohkan dengan adanya Keputusan Presiden No.57 Tahun 1972. Mentri Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 31 Agustus 1972, menetapkan Pedoman Umum Bahasa Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara).

3. Konggres Bahasa Indonesia III 
Konggres bahasa Indonesia ke tiga dilaksanakan di ibu kota Jakarta, pada tanggal 28 Oktober sampai dengan 2 November 1978. kesimpulan pada konggres bahasa yang ketiga ini adalah memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 yang memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928 dan berusaha terus untuk memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.

4. Konggres Bahasa Indonesia IV 
Konggres bahasa Indonesia ke empat diselenggarakan di Jakarta, pada tanggal 21 smpai tanggal 26 November 1983. Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda yang ke-55 disebutkan dalam keputusannya bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam GBHN, yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar tercapai semaksimal mungkin.

5. Konggres Bahasa Indonesia V 
Konggres bahasa Indonesia yang ke lima dilaksanakan di Jakarta, pada tanggal 27 Oktober smpai 3 November 1988. Konggres bahasa yang ke lima ini dihadiri oleh tujuh ratusan pakar bahasa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, hadir juga dari tamu undangan yakni perwakilan dari negara Malaysia, Brunei Darusalam, Sinmgapura, Belanda, Jerman, dan Australia. 

Pada konggres ini dipersembahkan pula sebuah karya besar dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pecinta bahasa di bumi Nusantara, yakni sebuah Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

6. Konggres Bhasa Indonesia VI 
Konggres bahasa Indonesia yang ke enam dilaksanakan di Jakrta, yakni pada tanggal 28 Oktober sampai 2 November 1993. sebanyak 770 peserta dari Indonesia hadir dalam konggres bahasa ke enam ini, tidak ketinggalan 53 peserta dari berbagai negara juga ikut sebagai tamu, yakni negara Brunai Darusalam, Australia, Jepang, Rusia, Hongkong, India, Jerman, Singapura, Amerika Serikat dan Korea Selatan. Kesimpulan dari konggres ini adalah pengusulan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia.

7. Konggres Bahasa Indonesia Ke VII 
Konggres bahasa Indonesia ke tujuh dilaksanakan di Hotel Indonesia, Jakarta, yakni pada tanggal 26-30 Oktober 1998. kesimpulan dari konggres bahasa yang ke tujuh ini ialah mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa Indonesia.

8. Konggres Bahasa Indonesia ke VIII 
Konggres bahasa Indonesia ke Delapan diselenggarakan di jakarta, yakni pada tanggal 14 samapi 17 Oktober 2003. Pada konggres bahasa kali ini para pakar dan pemerhati bahasa Indonesia menyimpulkan bahwa berdasarkan Konggres Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menyatakan bahwa para pemuda memiliki satu bahasa yakni bahasa Indonesia, maka bulan Oktober dijadikan bulan bahasa. Agenda pada bulan bahasa adalah berlangsungnya seminar bahasa Indonesia di berbagai lembaga yang memperhatikan bahasa Indonesia.

9. Konggres Bahasa Indonesia IX 
Konggres bahasa Indonesia ke sembilan dilaksanakan di Jakarta, yakni pada tanggal 28 Oktober sampai 1 November 2008. Konggres ini juga memperingati 100 tahun kebangkitan nasional, 80 tahun Sumpah Pemuda, dan 60 tahun berdirinya Pusat Bahasa. Dicanangkannya tahun 2008 sebagai tahun Bahasa, maka disepanjang tahun 2008 diadakan kegiatan kebahasaan dan kesastraan. dan sebagai puncaknya dari seluruh kegiatan kebahasaan dan kesastraan serta 80 tahun Sumpah Pemuda, diadakan konggres bahasa Indonesia ke IX. 

Konggres ini membahas lima hal utama, yakni bahasa Indonesia, bahasa daerah, penggunaan bahasa asing, pengajaran bahasa dan sastra, serta bahasa media massa. Konggres bahasa ini berskala internasional yang menghadirkan pembicara-pembicara dari dalam dan luar negeri. Pakar bahasa dan sastra yang selama ini telah melakukan penelitian dan mengembangkan bahasa Indonesia di luar negeri diberi kesempatan untuk memaparkan pandangannya dalam konggres bahasa Indonesia ke IX ini.

10. Konggres Bahasa Indonesia ke X 
Konggres bahasa Indonesia yang ke sepuluh dilaksanakan di Jakarta, yakni pada tanggal 28 Oktober sampai 31 Oktober 2013. kesimpulan dari konggres bahasa yang ke sepuluh ini ialah Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), merekomendasikan hal-hal yang perlu dilakukan pemerintah. Rekomendasi tersebut berdasarkan laporan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta paparan enam makalah pleno tunggal, di antaranya 16 makalah sidang pleno panel, 104 makalah sidang kelompok yang tergabung dalam delapan topik diskusi panel, dan diskusi yang berkembang selama persidangan.

Itulah kesimpulan-kesimpulan dari adanya Konggres Bahasa Indonesia dari pertama sampai konggres yang ke X. Konggres-konggres tersebut didasarkan akan kecintaan dan kebanggaan orang Indonesia yang mampu mengembangkan dan memiliki bahasa negara dan bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.

Salam Guru Ngapak.

9 Responses to "Isi Konggres Bahasa Indonesia ke-I sampai X"

  1. Untuk membahas perkembangan Bahasa indonesia juga ada pertemuannya ya yaitu kongres. saya kira hanya kongres sumpah pemuda aja mas hendri.
    sptnya thn 2018 nti akan ada kongres bahasa indonesia ya mas yg ke XI.
    Thanks atas informasi dan artikelnya mas, saya jd tau.
    maklum dulu krg suka bahasa indonesia. hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada mbak, konggres bahasa biasanya dilaksanakan saat Sumpah Pemuda, sekitar bulan Oktober sampai November awal,
      Iya mbak rahayu, tahun 2018 insyaallh akan ada konggres bahasa yang ke XI, yang paatinya membahas kemajuan bahasa Indonesia di lingkup nansional dan internasional,
      Sama-sama mbak, semoga bermanfaat.hehe

      Delete
  2. Wah hebat nih kang kalau diadakan kongres seperti ini apalagi bahasa indonesia, memang okeh deh kalau terus berlanjut kang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua terselenggara berdasar kebanggaan dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia mbak, dari praktisi dan pakar bahasa yang ingin terus berjuang memajukan bahasa Indonesia.

      Delete
  3. Saya jadi tertarik ikut kongres bahasa Indonesia
    Sebagai bukti cinta
    Bahasa negara kita
    Tak terhitung suka katanya

    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga pengen sekali mbak mengikutinya, namun kesempatan belum mengantarkan kita untuk ikut berpartisipasi didalamnya, mungkin suatu saat mbak Anis. Aamiin. Sebagai wujud cinta kepada bahasa Indonesia mari kita gunakan bahasa Indonesa yang baik dan benar mbak. :)

      Delete
  4. Konggres Bahasa Indonesia sangat penting demi keberlangsungan Bahasa Indonesia yang sangat kita cintai, ya kang..

    Jangan sampai kita melupakannya, karena keserinan memakai bahasa gaul.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali Kang, kemajuan bahasa Indonesia dapat dipantau pada pembahasan konggres ini, bagaimana perkembangannya di kancah nasional maupun internasional. Tanpa adanya bahasa Indonesia tentunya kita akan keaulitan menyatukan perbedaan dari Abang sampai Merauke.

      Delete
  5. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Isi Konggres Bahasa Indonesia ke-I sampai X
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di
    pengembangan sastra

    ReplyDelete

Terimakasih sudah bersedia berkunjung. Semoga bermanfaat. Silahkan tulis komentar anda di papan komentar. Komentar anda sangat bermanfaat untuk kemajuan artikel-artikel selanjutnya.