Psikologi Perkembangan Anak

Psikologi atau ilmu jiwa adalah ilmu yang mempelajari jiwa manusia. Jiwa adalah roh dalam mengendalikan jasmani yang dapat dipengaruhi oleh alam sekitar. Oleh karena itu jiwa atau psikis dapat dikatakan inti dan kendali kehidupan manusia, yang berada dan melekat dalam diri manusia.  Jiwa manusia berkembang sejajar dengan pertumbuhan jasmani. Jiwa balita baru berkembang sedikit sekali sejajar dengan tubuhnya yang juga masih berkemqmpuan sederhana. Makin berkembang anak maka makin berkembang juga jiwanya, dengan melalui tahap-tahap tertentu akhirnya anak tersebut mencapai kedewasaan, baik dari segi kejiwaan maupun dari segi jasmani.  Perkembangan jiwa dan jasmni inilah seyogiannya anak-anak belajar, sebab pada masa ini mereka peka untuk belajar, punya waktu banyak untuk belajar, belum berumah tangga, belum bekerja dan bertanggung jawab terhadap kehidupan keluarga. Masa belajar ini bertingkat-tingkat sejalan dengan fase-fase perkembangan mereka. Oleh karena itu, layanan-layanan pendidikan terhadapmereka harua pula dibuat bertingkat-tingkat agar pelajaran dqpat dipahami oleh anak-anak.  Ada tiga teori atau pendekatan mengenai perkembangan. Pendekatan-pendekatan yang dinaksud adalah: 1. Pendekatan pentahapan. Perkembangan individu berjalan melalui tahapan-tahapan tertentu. Pada setiap tahap memiliki ciri-ciri khusus yang berbeda dengan ciri-ciri dengan tahap lain.  2. Pendekatan diferensial. Pendekatan ini memandang individu-individu itu memiliki kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan. Atas dasar ini lalu orang membuat kelompok-kelompok. Anak-anak yang memiliki kesamaan dijadikan satu kelompok. Maka terjadilah kelompok berdasar jenis kelamin, kemampuan intelek, bakat, ras, agama, status sosial ekonomi, dan sebagainnya.  3. Pendekatan ipsatif. Pendekatan ini berusaha melihat karakteristik setiap individu, dapat saja disebut sebagai pendekatan individual. Melihat perkembangan seseorang secara individual.  Ketiga pendekatan tersebut membuat pendekatan pentahapan paling banyak dilaksanakan. Pendekatan pentahapan ada dua macam yakni yang bersifat menyeluruh dan yang bersifat khusus. Yang menyeluruh akan mencakup seala aspek perkembangan sebagai faktor yangdiperhitungkan dalam menyusun tahap-tahap perkembangan. Sedangkan yang bersifat khusus  hanya mempertimbangkan faktor tertentu saja sebagai dasar menyusun tahap-tahap perkembangan anak. Misalnya pentahapan Piaget, Koglberg, dan Ericson.  Psikologi perkembangan yang memakai pendekatan pentahapan bersifat khusus yakni konsep Jean Piaget yang menekankan tingkat -tingkat perkembangan khusus yakni kognisi. Menurut Piaget ada empat tingkat perkembangan kognisi yaitu:  1. Periode sensorimotor pada umur 0-2 tahun. Kemampuan anak berbatas pada kemampuan-kemampuan refleks. Reaksi intelektual hampir selururhnya karena rangsangan langsung dari alat-alat indra. Punya kebiasaan memukul-mukul dan bermain-main dengan permainannya. Mulai dapat menyebutkan nama objek tertentu.  2. Periode praoprasional pada umur 2-7 tahun Perkembangan bahasa anak sangat pesat. Peranan intuisi dalam memutuskan sesuatu masih besar, menyimpulkan hanya berdasar atas sebagian kecil yang diketahui. Analisi rasional belum berjalan.  3. Periode oprasi konkret pada umur 7-11 tahun Mereka sudah bisa berfikir logis, sistematis, dan memecahkan masalah yang bersifat konkret. Mereka sudah mampu mengerjakan penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.  4. Periode oprasional formal pada umur 11-15 tahun Anak-anak ini sudah dapat berfikirr logis terhadap masalah baik yang konkret maupun ang abstrak. Dapat membentuk ide-ide dan masa depannya secara realistis.  Teori perkembangan Pieget ini bermanfaat bagi pendidikan dalam mengorganisasi materi pembelajaran dan proses belajar terutama yang berkaitan dengan upaya mengembangkan kognisi anak-anak.  Semoga bermanfaat. Salam Guru Ngapak!  Sumber: Landasan kependidikan stimulus ilmu pendidikan bercorak Indonesia.
Psikologi atau ilmu jiwa adalah ilmu yang mempelajari jiwa manusia. Jiwa adalah roh dalam mengendalikan jasmani yang dapat dipengaruhi oleh alam sekitar. Oleh karena itu jiwa atau psikis dapat dikatakan inti dan kendali kehidupan manusia, yang berada dan melekat dalam diri manusia.

Jiwa manusia berkembang sejajar dengan pertumbuhan jasmani. Jiwa balita baru berkembang sedikit sekali sejajar dengan tubuhnya yang juga masih berkemqmpuan sederhana. Makin berkembang anak maka makin berkembang juga jiwanya, dengan melalui tahap-tahap tertentu akhirnya anak tersebut mencapai kedewasaan, baik dari segi kejiwaan maupun dari segi jasmani.

Perkembangan jiwa dan jasmni inilah seyogiannya anak-anak belajar, sebab pada masa ini mereka peka untuk belajar, punya waktu banyak untuk belajar, belum berumah tangga, belum bekerja dan bertanggung jawab terhadap kehidupan keluarga. Masa belajar ini bertingkat-tingkat sejalan dengan fase-fase perkembangan mereka. Oleh karena itu, layanan-layanan pendidikan terhadapmereka harua pula dibuat bertingkat-tingkat agar pelajaran dqpat dipahami oleh anak-anak.

Ada tiga teori atau pendekatan mengenai perkembangan. Pendekatan-pendekatan yang dinaksud adalah:
1. Pendekatan pentahapan. Perkembangan individu berjalan melalui tahapan-tahapan tertentu. Pada setiap tahap memiliki ciri-ciri khusus yang berbeda dengan ciri-ciri dengan tahap lain.

2. Pendekatan diferensial. Pendekatan ini memandang individu-individu itu memiliki kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan. Atas dasar ini lalu orang membuat kelompok-kelompok. Anak-anak yang memiliki kesamaan dijadikan satu kelompok. Maka terjadilah kelompok berdasar jenis kelamin, kemampuan intelek, bakat, ras, agama, status sosial ekonomi, dan sebagainnya.

3. Pendekatan ipsatif. Pendekatan ini berusaha melihat karakteristik setiap individu, dapat saja disebut sebagai pendekatan individual. Melihat perkembangan seseorang secara individual.

Ketiga pendekatan tersebut membuat pendekatan pentahapan paling banyak dilaksanakan. Pendekatan pentahapan ada dua macam yakni yang bersifat menyeluruh dan yang bersifat khusus. Yang menyeluruh akan mencakup seala aspek perkembangan sebagai faktor yangdiperhitungkan dalam menyusun tahap-tahap perkembangan. Sedangkan yang bersifat khusus  hanya mempertimbangkan faktor tertentu saja sebagai dasar menyusun tahap-tahap perkembangan anak. Misalnya pentahapan Piaget, Koglberg, dan Ericson.

Psikologi perkembangan yang memakai pendekatan pentahapan bersifat khusus yakni konsep Jean Piaget yang menekankan tingkat -tingkat perkembangan khusus yakni kognisi. Menurut Piaget ada empat tingkat perkembangan kognisi yaitu:

1. Periode sensorimotor pada umur 0-2 tahun.
Kemampuan anak berbatas pada kemampuan-kemampuan refleks. Reaksi intelektual hampir selururhnya karena rangsangan langsung dari alat-alat indra. Punya kebiasaan memukul-mukul dan bermain-main dengan permainannya. Mulai dapat menyebutkan nama objek tertentu.

2. Periode praoprasional pada umur 2-7 tahun
Perkembangan bahasa anak sangat pesat. Peranan intuisi dalam memutuskan sesuatu masih besar, menyimpulkan hanya berdasar atas sebagian kecil yang diketahui. Analisi rasional belum berjalan.

3. Periode oprasi konkret pada umur 7-11 tahun
Mereka sudah bisa berfikir logis, sistematis, dan memecahkan masalah yang bersifat konkret. Mereka sudah mampu mengerjakan penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.

4. Periode oprasional formal pada umur 11-15 tahun
Anak-anak ini sudah dapat berfikirr logis terhadap masalah baik yang konkret maupun ang abstrak. Dapat membentuk ide-ide dan masa depannya secara realistis.

Teori perkembangan Pieget ini bermanfaat bagi pendidikan dalam mengorganisasi materi pembelajaran dan proses belajar terutama yang berkaitan dengan upaya mengembangkan kognisi anak-anak.

Semoga bermanfaat. Salam Guru Ngapak!

Sumber: Landasan kependidikan stimulus ilmu pendidikan bercorak Indonesia.

Silahkan masukan e-mail Anda sekarang, untuk mendapatkan update artikel terbaru (Gratis!):

Delivered by FeedBurner

2 Responses to "Psikologi Perkembangan Anak"

  1. Wah terima kasih infonya sangat bermanfaat sekali.

    ReplyDelete
  2. Terimakasih mas Nurul.. semoga tambah sukses.. aamiin

    ReplyDelete

Terimakasih sudah bersedia berkunjung. Semoga bermanfaat. Silahkan tulis komentar anda di papan komentar. Komentar anda sangat bermanfaat untuk kemajuan artikel-artikel selanjutnya.