Tujuan Pendidikan

Sebagai seorang pendidik, kiranya menginginkan peserta didik memiliki bekal berupa ilmu pengetahuan yang dapat diaplikasikan pada kehidupan nyata. Bekal ini mendasari adanya tujuan pendidikan yang berorientasi jangka panjang. Seorang pendidik harus mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan pada setiap materi pembelajaran. Tujuan pembelajaran ini yang kemudian menjadi acuan guru dalam proses penilaian masing-masing peserta didik.
Adanya tujuan pembelajaran berfungai sebagai alat kontrol guru, supaya materi yang disampaikan selama proses pembelajaran tidak menyimpang dari apa yang menjadi tujuan pembelajaran. Namun, apakah kiranya tujuan pembelajaran hanya berorientasi pada kecerdasan peserta didik saja, tanpa menghiraukan tujuan pendidikan yang lain. Tentunya tidak, seorang guru tidak hanya berorientasi pada tujuan pendidikan yang mencangkup kecerdasan peserta didik saja. Lalu, apa tujuan pembelajaran yang harus menjadi acuan setiap pendidik dalam mensukseskan kegiatan belajar mengajar agar peserta didik mampu menjadi manusia yang sesungguhnya.
Jawabannya sudah diatur oleh pemerintah, yakni pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PPRI) No 19 ayat 1, 2, 3  dan pada ayat 4. Ayat-ayat tersebut berisi mengenai tujuan pembelajaran SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi. Bagaimana tujuan pendidikan yang tercantum dalam PPRI tersebut. Berikut tujuan pendidikan berdasar peraturan pemerintah.
Pada jenjang SD dan SMP, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia menyatakan tujuan pendidikannya adalah untuk meletakan dasar:
  • Kecerdasan
  • Pengetahuan
  • Kepribadian
  • Akhlak Mulia
  • Ketrampilan untuk hidup mandiri
  • Mengikuti pendidikan lebih lanjut
Begitu juga dengan tujuan pendidikan utuk jenjang SMA dan SMK sma dengan ayat 1 yang isinya seperti di atas. Hanya saja perbedaanya adalah pada jenjang SD dan SMP hanya dinyatakan sebagai peletak dasar. Namun, untuk jenjang SMA tujuan pendidikannya untuk meningkatkan apa yang sudah dicapai pada pendidikan dasar yakni SD dan SMP.
Ayat 2 mengenai tujuan pendidikan untuk jenjang SMA.
  • Kecerdasan
  • Pengetahuan
  • Kepribadian
  • Akhlak Mulia
  • Ketrampilan untuk hidup mandiri
  • Mengikuti pendidikan lebih lanjut
Untuk jenjang SMK ayat 3 pasal yang sama, tujuannya sama seperti yang tertulis di atas yakni:
  • Kecerdasan
  • Pengetahuan
  • Kepribadian
  • Akhlak Mulia
  • Ketrampilan untuk hidup mandiri
  • Mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
Pembeda dari tujuan pendidikan SMA dan SMK terletak pada poin terakhir. Tujuan ini memperhitungkan jenis ketrampilan yang ada di SMK. Namun tujuan tersebut terkesan bahwa lulusan SMK semuanya meneruskan di perguruan tinggi. Seharusnya lembaga pendidikan ini menempa tenaga menengah yang yang terampil yang dibutuhkan oleh bangsa. Hanya mereka yang berprestasi menonjol diberi keswmpatan studi lanjut ke perguruan tinggi sesuai jurusannya masing-masing.
Kemudian, tujuan pendidikan di perguruan tinggi untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang:
  • Berakhlak mulia
  • Memiliki pengetahuan
  • Terampil
  • Mandiri
  • Mmpu menemukan, mengembangkan, dan menerapkan ilmu teknologi, serta seni yang bermanfaat bagi kemanusiaa.
Tujuan di perguruan tinggi ini mencangkup afeksi, kognisi, dan psikomotor serta dilenvkapi dengan kemampuan mandiri dan menjadi ilmuan.
Tujuan pendidikan tersebut tidak boleh diabaikan oleh seorang pendidik, guna menghasilkan peserta didik yang mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa. Tujuan pendidikan harus menjadi dasar bagi kemajuan peserta didik untuk mengembangkan potensi dan menjembatani generasi penerus yang memiliki daya saing.

Tak hanya ada pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia saja, tujuan pendidikan secara nasionalpun ditetapkan yakni dalam UURI No. 20 Tahun 2003. Tujuan pendidikan nasional berupaya untuk berkembangnya potensi peserta didik menjadi manusia yang:
  • Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Berakhlak mulia
  • Sehat
  • Berilmu
  • Cakap
  • Kreatif
  • Mandiri
  • Menjadi Warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab
Butir 1, 2, dan 8 belum ada pada keempat tujuan pendidikan yang terdahulu. Mengapa? Mungkin ketiga butir tersebut dipandang belum terlalu menonjol dalam tujuan pendidikan, namun bukan berarti keriga butir itu diabaikan hanya saja tetap dikembangkan. Buktinya mata pelajaran agama, pendidikan kesehatan, pendidikan kewarganegaraan tetap diberikan. Kesemuanya itu akan mengarah dan bermuara pada tujuan pendidikan nasional.

Demikian mengenai tujuan pendidikan sebagai pedoman pendidik dalam proses belajar mengajar. Supaya tujuan pendidikan tersebut tercapai kiranya perlu peran dari pendidik untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tujuan pendidikan di atas. Semoga bermanfaat. 
 Salam Guru Ngapak!

Silahkan masukan e-mail Anda sekarang, untuk mendapatkan update artikel terbaru (Gratis!):

Delivered by FeedBurner

0 Response to "Tujuan Pendidikan"

Post a Comment

Terimakasih sudah bersedia berkunjung. Semoga bermanfaat. Silahkan tulis komentar anda di papan komentar. Komentar anda sangat bermanfaat untuk kemajuan artikel-artikel selanjutnya.