Dialek, Idiolek dan Sosiolek

Dialek adalah variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relatif, yang berbeda dari suatu tempat wilayah atau arena tertentu. Istilah dialek dalam bahasa Yunani adalah Dialektos yang berarti varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Dialek dibedakan berdasarkan kosa kata, tata babahsa, dan pengucapan. jika pembedanya hanya berdasarkan pengucapan maka disebut aksen.  Jadi dapat disimpulkan bahwa dialek adalah variasi bahasa dari sekelompok penutur yang berbeda dengan kelompok penutur lain berdasar atas letak geografi, faktor sosial, dan lain-lain. Ilmu yang mempelajari dialek disebut dialektologi yaitu bidang studi yang bekerja dalam memetakan batas dialek dari suatu bahasa.   Ragam dialek disebabkan karena pengaruh keunggulan bahasa dan hubungan yang terbawa ketika terjadinya transmigrasi, penyerbuan dan penjajahan di masa lampau. hal yang perlu diingat adalah mengenai pertentangan bahasa dan dialek munculah kosakata, struktur, dan lafal atau cara pengucapan. pertumbuhan dan perkembangan dialek juga sangat dipengarui oleh faktor kebahasaan dan luar bahasa. Ragam dialek berhubungan dengan  daerah tempat penutur didaerah tertentu. Misalnya bahasa Jawa memiliki banyak dialek diantaranya, dialek Banyumas, dialek Yogyakarta, dialek Surabaya.  Adapun jenis dialek berdasarkan pemakaian bahasa, yakni: Dialek regional yakni varian bahasa yang dipakai di daerah tertentu, misalnya dielek Ambon, dialek Jakarta, dan lain sebagainnya. Dialek sosial yakni, dialek yang dipakai oleh kelompok sosial tertentu atau yang menandai strata sosial tertentu, misalnya dialek remaja. Dialek temporal yakni, dialek yang dipakai pada kurun waktu tertentu, misalnnya dialek Melayu zaman Sriwijaya dan dialek Melayu zaman Abdullah.  Demikian mengenai dialek, lalu apa itu Idiolek? apakah sama dialek dengan idiolek, tentu berbeda jika dialek seperti apa yang ada di atas maka, idiolek adalah varitas bahasa yang bersifat perseorangan. Menurut konsep idiolek, setiap orang mempunyai varitas bahasanya atau idioleknya masing-masing. Idiolek ini berkenaan dengan warna suara, pilihan kata, gaya bahasa, susunan kalimat, dan sebagainya. Namun, yang paling dominan adalah warna suara, sehingga jika kita cukup akrab dengan seseorang, hanya dengan mendengar suara bicaranya kita dapat mengenalinya tanpa harus melihat orang yang berbicara.  Ciri-ciri kebahasaan tersebut yang dimaksud dengan idiolek yang mencakup tentang linguistik dan pralinguistik yang secara otomatis melekat pada diri penuturnya. Perbedaan idiolek juga dapat kita amat pada bahasa tulis. Setiap penulis seperti Andrea Hirata, Tere Liye dan lainnya memiliki idiolek yang masing-masing berbeda. Perbedaannya pada corak gaya tutur meskipun sama-sama menggeluti bidang penulisan yang sama.  Kemudian apa itu Sosiolek? sosiolek adalah  varian bahasa yang disebabkan oleh karena perbedaan kelompok sosial tertentu dalam masyarakat, seperti kelompok pengusaha, cendikiawan, pegawai, remaja, orang tua dan lainnya. sosiolek dapat juga diartikan variasi bahasa yang berkenaan dengan status, golongan dan kela sosial penuturnya. Variasi ini biasanya menyangkut masalah pribadi penuturnya, seperti usia, pekerjaan, tingkat kebangsawanan, dan keadaan sosial ekonomi.  Demikian mengenai Dialek, Idiolek dan Sosiolek. Semoga bermanfaat dan salam Guru Ngapak!
Dialek adalah variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relatif, yang berbeda dari suatu tempat wilayah atau arena tertentu. Istilah dialek dalam bahasa Yunani adalah Dialektos yang berarti varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Dialek dibedakan berdasarkan kosa kata, tata babahsa, dan pengucapan. jika pembedanya hanya berdasarkan pengucapan maka disebut aksen.

Jadi dapat disimpulkan bahwa dialek adalah variasi bahasa dari sekelompok penutur yang berbeda dengan kelompok penutur lain berdasar atas letak geografi, faktor sosial, dan lain-lain. Ilmu yang mempelajari dialek disebut dialektologi yaitu bidang studi yang bekerja dalam memetakan batas dialek dari suatu bahasa. 

Ragam dialek disebabkan karena pengaruh keunggulan bahasa dan hubungan yang terbawa ketika terjadinya transmigrasi, penyerbuan dan penjajahan di masa lampau. hal yang perlu diingat adalah mengenai pertentangan bahasa dan dialek munculah kosakata, struktur, dan lafal atau cara pengucapan. pertumbuhan dan perkembangan dialek juga sangat dipengarui oleh faktor kebahasaan dan luar bahasa. Ragam dialek berhubungan dengan  daerah tempat penutur didaerah tertentu. Misalnya bahasa Jawa memiliki banyak dialek diantaranya, dialek Banyumas, dialek Yogyakarta, dialek Surabaya.

Adapun jenis dialek berdasarkan pemakaian bahasa, yakni:
  • Dialek regional yakni varian bahasa yang dipakai di daerah tertentu, misalnya dielek Ambon, dialek Jakarta, dan lain sebagainnya.
  • Dialek sosial yakni, dialek yang dipakai oleh kelompok sosial tertentu atau yang menandai strata sosial tertentu, misalnya dialek remaja.
  • Dialek temporal yakni, dialek yang dipakai pada kurun waktu tertentu, misalnnya dialek Melayu zaman Sriwijaya dan dialek Melayu zaman Abdullah.

Demikian mengenai dialek, lalu apa itu Idiolek? apakah sama dialek dengan idiolek, tentu berbeda jika dialek seperti apa yang ada di atas maka, idiolek adalah varitas bahasa yang bersifat perseorangan. Menurut konsep idiolek, setiap orang mempunyai varitas bahasanya atau idioleknya masing-masing. Idiolek ini berkenaan dengan warna suara, pilihan kata, gaya bahasa, susunan kalimat, dan sebagainya. Namun, yang paling dominan adalah warna suara, sehingga jika kita cukup akrab dengan seseorang, hanya dengan mendengar suara bicaranya kita dapat mengenalinya tanpa harus melihat orang yang berbicara.

Ciri-ciri kebahasaan tersebut yang dimaksud dengan idiolek yang mencakup tentang linguistik dan pralinguistik yang secara otomatis melekat pada diri penuturnya. Perbedaan idiolek juga dapat kita amat pada bahasa tulis. Setiap penulis seperti Andrea Hirata, Tere Liye dan lainnya memiliki idiolek yang masing-masing berbeda. Perbedaannya pada corak gaya tutur meskipun sama-sama menggeluti bidang penulisan yang sama.

Kemudian apa itu Sosiolek? sosiolek adalah  varian bahasa yang disebabkan oleh karena perbedaan kelompok sosial tertentu dalam masyarakat, seperti kelompok pengusaha, cendikiawan, pegawai, remaja, orang tua dan lainnya. sosiolek dapat juga diartikan variasi bahasa yang berkenaan dengan status, golongan dan kela sosial penuturnya. Variasi ini biasanya menyangkut masalah pribadi penuturnya, seperti usia, pekerjaan, tingkat kebangsawanan, dan keadaan sosial ekonomi.

Demikian mengenai Dialek, Idiolek dan Sosiolek. Semoga bermanfaat.

Salam Guru Ngapak!



Silahkan masukan e-mail Anda sekarang, untuk mendapatkan update artikel terbaru (Gratis!):

Delivered by FeedBurner

0 Response to "Dialek, Idiolek dan Sosiolek"

Post a Comment

Terimakasih sudah bersedia berkunjung. Semoga bermanfaat. Silahkan tulis komentar anda di papan komentar. Komentar anda sangat bermanfaat untuk kemajuan artikel-artikel selanjutnya.