Lomba Bercerita

Sebagai seorang guru, pastinya kita sangat berbahagia dan patut bangga, apabila kita mendapatlan anak didik yang berprestasi. Prestasi dalam bidang pendidikan, seni, olahraga dan bidang tertentu lainnya. Prestasi yang didapat tak lain adalah ikut andilnya seorang guru dalam mengembangkan potensi anak didiknya. Seperti vidio ini, dia adalah siswa di SD Negeri 2 Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah. Ananda bernama Zahra Safrilia, atau yang biasa dipanggil Zahra. Dengan kemampuan bercerita yang dimilikinya sejak belia, dia bisa mewakili Kabupaten Banjarnegara untuk unjuk gigi di pentas lomba Bercerita Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Perjuangannya memang tak ada yang mudah, dari persiapan menghafalkan naskah bercerita dan menghayati isinya hingga tampil di singgasana panggung untuk menampilkan bakatnya. Perjuangannya berawal dari lomba tingkat SD dikecamatan Karangkobar yang waktu itu diikuti sekitar 20 lebih SD dan MI. Saat tampil Zahra menunjukan kepiawaiannya dalam bercerita yang mengantarkannya lolos sebagai juara I ditingkat SD kecamatan Karangkobar. Keberhasilannya tidak didapatkan begitu saja, ada perjuangan dari Zahra dan tim guru SDN 2 Karangkobar yang senantiasa membimbing dan mendidik hingga bisa melaju mewakili kecamatan Karangkobar ke tingakat Kabupaten.

Persiapan demi persiapan dilakukan demi kelancaran dan kelayakan tampil di tingkat kabupaten. Tim guru membuat properti yang berhubungan dengan cerita. Cerita yang dibawakan adalah cerita Aji Saka. Tim guru membuat properti yang bisa dibilang banyak menyita waktu, namun hasilnyapun ikut mengimbangi dan memuaskan, karena kami percaya bahwa sebuah proses tidak akan pernah menghianati hasil. Hal ibi yang mengantarkan Zahra (siswa SDN 2 Karangkobar) melesat ke tahap berikutnya. Tibalah perlombaan bercerita di tingkat Kabupaten Banjarnegara. Dan lagi-lagi bocah kecil nan mungil ini berhasil memberikan kontribusinya yang maksimal. Zahra didaulat mewakili Kabupaten Banjarnegara untuk bersaing di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Semua tak lepas dari kesungguhan, niat dan tanggunghawab yang diemban SDN 2 Karangkobar sebagai wakil kabupaten dipentas bergengsi itu. Namun, saat perlombaan di tingkat provinsi yang dilaksanakan di Kota Semarang, Zahra hanya bertengger menjadi juara harapan. Hasil yang kurang begitu memuaskan bagi guru-guru SDN2 Karangkobar. Namun hal itu disadari karena bebebrapa faktor yang membuat kurangmaksimalnya penampilan Zahra. Tak apa lah, setidaknya sudah bangga dengan mempersiapkan secara maksimal dan mengantarkan sampai tingkat provinsi. Apresiasi yang tinggi saya berikan pada Zahra dan tim guru SDN 2 Karangkobar waktu itu. Semoga kedepannya prestasi-prestasi lain akan tumbuh di tanah Karangkobar khususnya anak-anak sekolah dasar.

Lomba ini dilaksanakan kurang lebih 3 tahun yang lalu dan saya masih aktif sebagai guru di SDN 2 Karangkobar waktu itu.

Catatan:

Cerita Ajisaka merupakan cerita asal usul huruf Jawa yakni asal mula huruf Hanacaraka.

Silahkan masukan e-mail Anda sekarang, untuk mendapatkan update artikel terbaru (Gratis!):

Delivered by FeedBurner

0 Response to "Lomba Bercerita"

Post a Comment

Terimakasih sudah bersedia berkunjung. Semoga bermanfaat. Silahkan tulis komentar anda di papan komentar. Komentar anda sangat bermanfaat untuk kemajuan artikel-artikel selanjutnya.