Langkah-langkah Mudah membuat karangan Deskripsi

Kita pastinya pernah membuat sebuah karangan, namun dalam pembuatannya kita cenderung bingung untuk menyusun karangan tersebut. Karena karangan yang kita susun tidak berdasar atas langkah-langkah dalam membuat karangan.
Langkah-langkah membuat karangan Deskripsi       Kita pastinya pernah membuat sebuah karangan, namun dalam pembuatannya kita cenderung bingung untuk menyusun karangan tersebut. Karena karangan yang kita susun tidak berdasar atas langkah-langkah membuat karangan.      Karangan ada berbagai macamnya ada karangan eksposisi, argumentasi, persuasi, narasi dan karangan deskripsi. Karangan tersebut sudah pernah saya ulas dalam blog ini tentang jenis karangan dan cirinya.      Namun, kali ini akan dibahas tentang langkah-langkah membuat karangan deskripsi. Karangan deskripsi merupakan sebuah karangan yang melibatkan panca indra si penulis. Karangan deskripsi berisi pengalaman mengenai sesuatu yang dilihat, dirasa, didengar, dialami, dan sebagainya. Sehingg membuat pembaca seolah-olah melihat, merasakan, mendengar, mengalami dan lain sebagainya.      Langkah-langkah dalam menyusun karangan deskripsi ialah: 1. Menentukan tema atau topik karangan      Tema berfungsi sebagai dasar suatu karangan, dengan sebuah tema atau pokok persoalan, permasalahan atau pokok pembicaraan kita bisa menyusun karangan yang jelas arahnya. Dalam membuat tema afau topik karanan penulis hendaknya menguasai materi apa yang akan ditulisnya. Memang sulit bagi penulis awal menentukan suatu tema karangan. Namun sebenarnya hal ini cukup mudah dilakukan yakni carilah suatu topik yang sedang hangat. Dengan cara itu penulis akan mudah menentukan tema dari suatu karangan. 2. Menetapkan tujuan      Tujuan merupakan sesuatu yang hendak dicapai. Dengan tujuan sebuah karangan menjadi terkonsep secara jelas dan mengarahkannya ke topik pembahasan. Jadi tujuan merupakan hal penting supaya karangan yang kita buat memiliki kualitas yang baik. Jangan sampai kita menulis sebuah karangan, tetapi kita tidak tahu tujuan kita menulisnya untuk apa. 3. Mengumpulkan informasi atau bahan      Informasi dan bahan merupakan bekal bagi seorang penulis dalam membuat sebuah karangan. Tanpa adanya bahan dan informasi sebuah karangan tidak akan terkonsep dan isinya pasti juga tidak jelas. Pengumpulan informasi bisa dilakukan dengan mengamati mengobservasi, atau bertanya kepada sumber yang dipercaya. Setiap penulis mempungai cara tersendiri dalam memgumpulkan informasi dan bahan. 4. Menyeleksi informasi dan bahan      Setiap informasi dan bahan yang telah diperoleh tidak semerta-merta saja kita jadikan sumber. Namun, ada proses penyeleksian informasi dan bahan, dimana penyeleksian ini merupakan pengumpulan informasi uang benar-benar akurat dan benar terhadap suatu tema yang akan kita jadikan karangan. 5. Membuat kerangka karangan      Kerangka karangan dapat memudahkan penulisan sebuah karangan. Kerangka karangan menguraikan setiap pokok masalah menjadi bahasan yang lebih fokus dan terukur. Kerangka berisi garia besar mengenai hal-hal yang akan kita jabarkan.  6. Mengembangkan kerangka karangan      Karangan yang telah disusun kerangkanya akan mudah untuk proses penulisan. Menjabarkan kerangka karangan hendaknya dilakukan satu persatu dari kerangka yang telah kita tulis, penjabaran kerangka karangan ini yang akan enjadikan sebuah karangan menjadi karamgan yang utuh, terkonsep, dan pastinya dapat dinikmati oleh para pembacanya.  Contoh karangan deskripsi:      Gemuruh ombak dipantai ini adalah suara khas panggilanmu kepadaku, dengan gulungan ombak nan kecil yang menari-nari seraya melambaikan tangan untuk ikut menjamahmu dikejauhan bibir pantai. Burung-burung yang terbang megah diantero angkasa menambah merdu suasana pantai ini. Apalagi semilir angin yang terus mengusikku untuk terus mendekat untuk bercengkrama dengan ombakmu.

Karangan ada berbagai macamnya ada karangan eksposisi, argumentasi, persuasi, narasi dan karangan deskripsi. Karangan tersebut sudah pernah saya ulas dalam blog ini tentang jenis karangan dan cirinya.
 
Namun, kali ini akan dibahas mengenai langkah-langkah membuat karangan deskripsi. Karangan deskripsi merupakan sebuah karangan yang melibatkan panca indra si penulis. Karangan deskripsi berisi pengalaman mengenai sesuatu yang dilihat, dirasa, didengar, dialami, dan sebagainya. Sehingga membuat pembaca seolah-olah melihat, merasakan, mendengar, mengalami dan lain sebagainya.

Baiklah, berikut ada langkah-langkah mudah dalam menyusun karangan deskripsi, ikuti langkah-langkah tersebut dan karangan deskripsi akan dengan mudah kita buat.

Langkah-langkah dalam menyusun karangan deskripsi ialah:

1. Menentukan tema atau topik karangan

Tema berfungsi sebagai dasar suatu karangan, dengan sebuah tema atau pokok persoalan, permasalahan atau pokok pembicaraan, kita bisa menyusun karangan yang jelas arahnya. Dalam membuat tema atau topik karanan penulis hendaknya menguasai materi apa yang akan ditulisnya. Memang sulit bagi penulis awal menentukan suatu tema karangan. Namun sebenarnya hal ini cukup mudah dilakukan yakni dengan mengangkat atau mencari suatu topik yang sedang hangat (up to date). Dengan cara itu penulis akan mudah menentukan tema apa yang cocok dalam memulai menulis suatu karangan.

2. Menetapkan tujuan

Tujuan merupakan sesuatu yang hendak dicapai. Dengan tujuan sebuah karangan menjadi terkonsep secara jelas dan mengarahkannya ke topik pembahasan. Jadi tujuan merupakan hal penting supaya karangan yang kita buat memiliki kualitas yang baik. Jangan sampai kita menulis sebuah karangan, tetapi kita tidak tahu tujuan kita menulisnya untuk apa.

3. Mengumpulkan informasi atau bahan

Informasi dan bahan merupakan bekal bagi seorang penulis dalam membuat sebuah karangan. Tanpa adanya bahan dan informasi sebuah karangan tidak akan terkonsep dan pastinya isi karangan juga tidak jelas. Pengumpulan informasi bisa dilakukan dengan mengamati, mengobservasi, atau bertanya kepada sumber yang dipercaya. Setiap penulis mempungai cara tersendiri dalam mengumpulkan informasi dan bahan.

4. Menyeleksi informasi dan bahan

Setiap informasi dan bahan yang telah diperoleh tidak semerta-merta saja kita jadikan sumber. Namun, ada proses penyeleksian informasi dan bahan, dimana penyeleksian ini merupakan pengumpulan informasi yang benar-benar akurat dan benar terhadap suatu tema yang akan kita jadikan karangan.

5. Membuat kerangka karangan

Kerangka karangan dapat memudahkan penulisan sebuah karangan. Kerangka karangan menguraikan setiap pokok masalah menjadi bahasan yang lebih fokus dan terukur. Kerangka berisi garis besar mengenai hal-hal yang akan kita jabarkan.

Karangan yang telah disusun kerangkanya akan mudah untuk proses penulisan. Menjabarkan kerangka karangan hendaknya dilakukan satu persatu dari kerangka yang telah kita tulis, penjabaran kerangka karangan ini yang akan menjadikan sebuah karangan menjadi karangan yang utuh, terkonsep, dan pastinya dapat dinikmati oleh para pembacanya.
 
Contoh karangan deskripsi:
Gemuruh ombak dipantai ini adalah suara khas panggilanmu kepadaku, dengan gulungan ombak nan kecil yang menari-nari seraya melambaikan tangan untuk ikut menjamahmu dari kejauhan bibir pantai. Burung-burung yang terbang megah diantero angkasa menambah merdu suasana pantai ini. Apalagi semilir angin yang terus mengusikku untuk terus mendekat dan bercengkrama dengan ombakmu.
 
Demikianlah mengenai bagaimana langkah-langkah mudah membuat karangan deskripsi yang bisa diterapkan. Selamat mencoba dan semoga artikel ini bermanfaat.
 
Salam Guru Ngapak.

0 Response to "Langkah-langkah Mudah membuat karangan Deskripsi"

Post a Comment

Terimakasih sudah bersedia berkunjung. Semoga bermanfaat. Silahkan tulis komentar anda di papan komentar. Komentar anda sangat bermanfaat untuk kemajuan artikel-artikel selanjutnya.